MERAKIT KOMPUTER


MERAKIT KOMPUTER


1. Merakit Komputer

    Tentukan tujuan penggunaan komputer. Sebelum membeli komponen dan menyiapkan anggaran, Anda harus tahu tujuan komputer tersebut. Komputer desktop standar yang hanya digunakan untuk menjelajahi internet dan menjalankan program kecil (seperti Microsoft Excel dan Word) bisa menggunakan komponen produksi lama dan murah. Jika Anda ingin menggunakan komputer untuk bermain game, mendesain hingga editing gunakan komponen yang tangguh dan produksi baru. Mungkin Anda harus menyediakan uang sekitar Rp7 juta untuk merakit komputer desktop standar. Komputer untuk game, mendesain hingga editing bisa berharga mulai dari Rp7 juta hingga puluhan juta rupiah.

     Tetapkan anggaran. Tanpa menetapkan anggaran, Anda bisa membeli komponen yang menarik dan akhirnya menyadari bahwa uangnya tidak cukup untuk membeli komponen lain yang dibutuhkan. Tetapkan batas terendah (misalnya Rp4 juta) dan batas tertinggi (misalnya Rp6 juta) dan cobalah membeli komponen dalam rentang anggaran tersebut. 

    Ketahui komponen yang perlu dibeli. Terlepas dari jumlah anggaran yang tersedia, Anda pasti memerlukan komponen di bawah ini untuk merakit komputer: 

  • Processor adalah "otak" Komputer.
  • Motherboard berfungsi sebagai antarmuka antara seluruh komponen komputer dan processor.
  • RAM atau Random Access Memory bertugas untuk mendikte jumlah memori yang dimiliki komputer untuk memproses item. Semakin besar RAM, semakin cepat komputer (untuk menjalankan perintah).
  • HDD atau SSD berfungsi untuk menyimpan data.
  • Power supply berfungsi menyediakan daya untuk seluruh komponen di komputer (sebagai sumber listrik komputer).
  • Casing berfungsi untuk menempatkan dan mendinginkan komponen.
  • Grapich Card berfungsi untuk melakukan rendering gambar pada komputer. Walaupun kebanyakan prosesor telah mempunyai unit pemrosesan grafis atau GPU (graphics processing unit).
  • FAN bertugas untuk menjaga agar suhu di bagian dalam casing tetap aman. Ini hanya diperlukan jika Anda ingin menggunakan komputer untuk bermain game, mendisain serta editing. Kipas sudah mencukupi untuk komputer biasa.
  • Monitor bertugas sebagai penampilan gambar ang keluar dari Komputer yang di dalam Casing.


2. Membeli Komponen

     Ketahui tempat untuk membeli komponen. Anda bisa mendapatkan komponen di toko-toko komputer, tetapi Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika membelinya di toko online. Beberapa toko online yang bisa Anda kunjungi di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, atau Shopee.

    Carilah informasi mengenai setiap komponen yang ingin dibeli. Baca ulasan konsumen di majalah dan situs internet untuk mendapatkan lebih banyak informasi. Ingat, ini merupakan langkah yang sangat penting karena segalanya akan tergantung pada perangkat keras yang bisa berfungsi dengan baik. Carilah ulasan yang bagus untuk produk yang Anda pilih, entah di situs web tempat Anda ingin membeli produknya, atau di tempat lain.

    Carilah Proccesor. Prosesor atau CPU (central processing unit) merupakan bagian inti dalam komputer yang memengaruhi kinerja. Semakin tinggi kecepatan prosesor dalam gigahertz (GHz), semakin cepat komputer memproses data, dan semakin besar RAM yang bisa digunakan. 

    Beli Motherboard yang cocok dengan prosesor. Pilih Motherboard  yang kompatibel dengan prosesor yang Anda beli. Anda bisa mengetahuinya dengan memeriksa daftar prosesor yang didukung oleh papan induk yang Anda inginkan (beberapa situs juga menampilkan daftar papan induk yang mendukung prosesor Anda).Beberapa aspek lain yang perlu dipertimbangkan di antaranya adalah:

  • Bluetooth.
  • Beberapa slow RAM.
  • Mendukung Grapich Card .
  • "Onboard Wi-Fi" (dengan fasilitas ini, berarti komputer memiliki kemampuan nirkabel).

    Belilah kartu RAM. RAM bertugas untuk menyimpan data dari program yang sedang berjalan. Jadi, sangat penting untuk memiliki RAM dalam jumlah yang mencukupi. Sebelum membelinya, terlebih dahulu periksa prosesor dan papan induk untuk mengetahui jenis RAM yang didukung. 

  • Ada batasan mengenai besarnya RAM yang bisa digunakan oleh komputer, dan batasan tersebut ditentukan oleh memori maksimum prosesor. Sebagai contoh, jika Anda memasang RAM sebesar 16 GB pada komputer yang hanya mendukung 8 GB, ini hanya akan membuang uang.

    Beli Storage. Membeli Storage adalah hal yang mudah karena sebagian besar Storage kompatibel dengan hampir semua prosesor dan papan induk, walaupun Anda tetap harus memeriksa apakah Storagenya cocok dengan dudukan di casing. Belilah cakram keras SATA dengan kapasitas minimal 500 GB, dan pilih merek yang terkenal seperti Seagate, Western Digital, atau Toshiba.

    Belilah Grapich Card jika diperlukan. Grapich Card merupakan komponen yang sangat penting jika Anda ingin memainkan game terbaru, tetapi bukan hal penting jika Anda hanya ingin menggunakan komputer untuk tugas harian. Apabila Anda sering menonton atau menyunting video HD, atau memainkan berbagai macam game, Anda harus membeli Grapich Card khusus. 

    Pastikan Power supply mampu menangani semua kebutuhan daya. Power supply bertugas untuk menyuplai daya terhadap semua komponen di komputer. Beberapa casing telah dilengkapi dengan Power supply, tetapi yang lain tidak sehingga Anda harus membelinya secara terpisah. Power supply harus mampu menyediakan daya untuk seluruh komponen. Jangan khawatir terjadi pemborosan listrik dengan Power supply berkekuatan besar yang melebihi kebutuhan. Power supply hanya mengeluarkan daya berdasarkan watt yang digunakan, dan jumlah wattnya akan disesuaikan dengan kapasitas maksimalnya. 

    Pilih casing yang fungsional dan sedap dipandang. Casing berfungsi untuk menempatkan komponen komputer. Beberapa casing telah dilengkapi dengan power supply. Namun, apabila Anda ingin menggunakan komputer untuk bermain game, sebaiknya Anda membeli power supply sendiri karena power supply yang disertakan pada casing biasanya tidak terlalu baik kualitasnya.

  • Ukuran casing harus didasarkan pada jumlah slot kandar (drive) dan slot kartu yang dimiliki, serta jenis dan ukuran motherboard.
  • Pilih casing yang cocok dengan semua komponen, termasuk Storage.


3. Perakitan Komputer

    Membuka Casing. Buka Sekrup penahan dibagian belakang casing. Kemudian copot penutup sebelah kiri casing (cukup sebelah saja). Semua komponen yang ada saya lepas sehingga casing dalam keadaan kosong.

    Memasang Proccesor ke Motherboard. Selanjutnyta adalah memasang processor ke motherboard. Perhatikan juga jenis processor apa yang digunakan. Jenis processor intel dan amd serta perhatikan juga socket yang digunakan.

  • Membuka socket Processor dengan cara menarik pengait (pengaman) kesebelah kiri dengan pelan dan hati-hati, kemudian tarik keatas. Buka besi penutup processor.
  • Memasukan Processor dengan cara memegang tepi processor dengan tiga jari. Hati-hati jangan sampai menyentuh pin atau lingkaran keemasan agar tidak ada kotora yang menempel. Setelah yakin posisinya benar, silahkan masukan processor. 
     
  • Memasang pengaman dengan cara menekan dengan hati-hati besi pengait (pengunci) agar processor aman ditempatnya.

     Memasang Fan ( Kipas ). Sebelum kamu memasang Fan biasanya akan ada thermal paste yang digunakan untuk menjaga suhu processor. Pasang Fan diatas processor dan sesuaikan dengan kaki tiap-tiap Fan. Setelah dirasa pas, kencangkan kaki dengan sekrup dan obeng hingga menancap ke badan motherboard dengan sempurna. Lakukan pengetesan dengan menggoyangkan Fan. Jika heatsink tidak goyang maka kamu berhasil dalam tahap ini.

    Memasang RAM. Sebelum memasang RAM, perhatikan socket dan tipe RAM yang akan dipasang. Jika sudah cocok antara socket dan tipe RAM, maka kamu dapat memasangnya. Tancapkan RAM ke socket secara perlahan hingga socket saling mengunci dan terdengar bunyi klik.

    Memasang Power Supply. Setelah beberapa komponen diatas telah dipasang, maka selanjutnya adalah memasang power supply. Posisi power supply sangat beragam dan bergantung dengan jenis casing yang digunakan. Pasang power supply sesuai tempat yang disediakan. Setelah dirasa pas, kencangkan body power supply dengan baut hingga posisi power supply kuat. power supply disini berguna untuk memberi daya atau arus listrik pada komputer.

    Memasang Motherboard ke Casing. Setelah power supply terpasang langkah selanjutnya adalah memasang motherboard kesalam casing. Laakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah motherboard berada pada posisinya, kencangkan dengan mur atau baut.

    Memasang DVD RW. Jika di perlukan pasanglah. Pemasangan CD/DVD Drive biasanya terletak di bagian depan casing. Letakkan CD/DVD Drive pada tempatnya dan kencankan dengan mur atau baut. Lalu, pasang kabel yang menghubungkan antara CD/DVD Drive dengan konektor pada motherboard.

     Memasang Storage. Saya menggunakan Hardisk versi SATA. Kabel ini berwarna merah dan memiliki ukuran yang lebih kecil daripada kabel ATA. Kabel SATA juga merupakan kabel yang paling sering digunakan pada komputer baru. Untuk memasang, silahkan masukan Hardisk. Yang ada labelnya menghadap keatas. Posisikan lubang harddisk dengan casing. Lalu, kencangkan dengan menggunakan mur atau baut.

     Memasang kabel CD/DVD Drive dan Hardisk. CD/DVD Drive dan Hardisk yang digunakan pada praktikum ini adalah jenis SATA. Pasang kabel SATA untuk CD/DVD Drive dan Harddisk. Perhatikan juga ujung kabel satu dengan ujung kabel lainnya. Setelah tiap ujung kabel SATA dipasang pada CD/DVD Drive dan Hardisk, maka lanjutkan dengan memasang ke motherboard.

    Memasang konektor USB dan Audio. Agar keduanya konektor bisa aktif maka konektornya harus dipasang pada Motherboard. Pasang dengan cara melihat bentuk konektor dan cari jumper yang memiliki tulisan USB dan AUDIO. Biasanya dibagian pinggir Motherboard.

    Memasang kabel power LED. Kabel ini terdiri dari beberapa bagian seperti kabel power, kabel restart, dan kabel led. Tiap bagiannya memiliki fungsi masing-masing. Untuk memasangnya perhatikan keterangan yang ada di motherboard, biasanya posisinya berdempetan. Setelah diketahui posisinya, pasang kabel kecil tersebut secara perlahan dan perhatikan juga letak jumper yang ada.

    Memasang kabel dari Power Supply ke Motherboard. Dalam memasang kabel power supply pastikan kamu memposisikannya dengan pas. Karena kabel inilah yang akan menghubungkan arus yang akan masuk. Pastikan kamu memasangnya dengan pas dan jangan sampai longgar.

    Menyambungkan kabel Arus Listrik. Kabel yang pertama adalah kabel arus listrik. ujung kabel arus tersebut memiliki tiga lubang, silahkan colokan ke tempatnya pada Power Supply yang digunakan untuk sambungan parallel ke monitor.

    Menyambungkan ke Monitor. Sambungkan kabel dari Monitor ke VGA Card. Konektor VGD dan monitor memiliki bentuk agak mengecil disebelah bawah mirip trapesium dengan ujung tumpul (tidak persegi panjang). Didalamnya terdapat tiga baris jarum-jarum (pin) kecil. Jadi, pasang konektor ketempat yang pas. Jika tidak pas, jangan dipaksa. Jika dipaksa, jarum yang ada bisa bengkok. Mungkin tidak searah, coba putar dan pasang dengan perlahan. Kemudian kuatkan dengan mur yang sudah tersedia.

    Test Komputer. Setelah semua selesai dan terpasang dengan baik, maka sekarang lakukan uji coba pada komputer. Ujicoba yang dilakukan seperti cek tombol power, restart, led hingga port USB. Setelah melakukan ujicoba dan kamu berhasil masuk ke tampilan booting OS maka kamu berhasil. Apabila komputer tidak menyala, perhatikan kabel power supply sudah pas atau belum. Apabila komputer nyala tetapi blank maka pastikan sambungan kabel ke monitor, RAM, dan processor hingga benar-benar pas.
 
 
TERIMA KASIH YANG SUDAH MENGUNJUNGI BLOG INI.
SEMOGA SEHAT SELALU.

Komentar